JAKARTA - Fintech peer to peer (P2P) lending PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) memproyeksikan adanya potensi kenaikan penyaluran pembiayaan menjelang Ramadan dan Lebaran 2026.
Peningkatan ini biasanya dipengaruhi oleh naiknya tingkat konsumsi masyarakat pada hari-hari besar. Momentum ini dianggap penting bagi pertumbuhan bisnis fintech lending dan kebutuhan masyarakat.
Head Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, menjelaskan bahwa pola konsumsi masyarakat cenderung meningkat sebelum hari besar seperti Ramadan dan Lebaran.
Kenaikan ini mendorong permintaan pembiayaan lebih tinggi dari biasanya. Dengan demikian, perusahaan mempersiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan tersebut.
Wildan menambahkan bahwa prediksi kenaikan pembiayaan ini sejalan dengan pengalaman perusahaan di tahun-tahun sebelumnya. Easycash memanfaatkan data historis sebagai dasar proyeksi. Hal ini membantu perusahaan menyesuaikan strategi operasional dan promosi agar tetap optimal.
Strategi Akuisisi dan Promosi Digital
Untuk menghadapi permintaan tinggi selama momen Ramadan dan Lebaran, Easycash menjalankan strategi akuisisi, marketing, dan pengiklanan berkelanjutan. Strategi ini dilakukan melalui optimalisasi promosi digital agar lebih banyak borrower tertarik menggunakan layanan. Dengan pendekatan digital, perusahaan dapat menjangkau masyarakat lebih luas secara efisien.
Wildan menjelaskan bahwa kegiatan promosi digital juga diimbangi dengan edukasi pengguna mengenai penggunaan produk. Tujuannya agar masyarakat memahami produk sebelum menggunakannya.
"Literasi juga dilakukan kami sebelum Ramadan. Harapannya semoga bisa ditangkap oleh masyarakat. Jadi, diedukasi dahulu sebelum ada penggunaan produk," ujarnya.
Selain promosi, Easycash memanfaatkan pendekatan konten edukatif untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Aktivitas ini diharapkan dapat menurunkan risiko pembiayaan sekaligus memperkuat kepercayaan pengguna. Pendekatan edukasi dan literasi menjadi salah satu fokus utama perusahaan sebelum musim Ramadan tiba.
Kinerja dan Statistik Easycash
Berdasarkan catatan perusahaan, Easycash berhasil menjaga Tingkat Keberhasilan Bayar dalam waktu 90 hari (TKB90) di angka 99,65 persen. Hal ini menunjukkan kualitas pembiayaan yang baik dan pengelolaan risiko yang terjaga. Selain itu, akumulasi total pinjaman sejak didirikan mencapai Rp 89,89 triliun.
Perusahaan mencatat terdapat 4.592 lender aktif yang menyalurkan pendanaan melalui platform Easycash. Jumlah ini mencerminkan partisipasi masyarakat yang tinggi dalam memberikan pendanaan. Kepercayaan lender menjadi indikator utama keberhasilan fintech lending dalam menjaga likuiditas dan stabilitas pembiayaan.
Data tersebut menjadi dasar bagi perusahaan untuk memproyeksikan tren pertumbuhan pembiayaan menjelang Ramadan. Kinerja historis menunjukkan bahwa permintaan pembiayaan selalu meningkat pada momen tertentu. Hal ini membuat Easycash lebih siap menghadapi lonjakan kebutuhan masyarakat.
Momentum Ramadan dan Peningkatan Kebutuhan Masyarakat
Periode Ramadan menjadi salah satu momentum penting yang mendorong kenaikan kebutuhan pembiayaan masyarakat. Data historis menunjukkan bahwa pada Ramadan tahun-tahun sebelumnya, penyaluran pembiayaan fintech lending meningkat secara signifikan. Fenomena ini menjadi perhatian perusahaan dan regulator dalam merencanakan strategi.
Tren peningkatan pembiayaan juga tercermin dari data bulan-tahun sebelumnya, di mana pertumbuhan penyaluran pembiayaan meningkat sekitar 8,90 persen dan 3,80 persen secara month to month.
Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung membutuhkan pembiayaan lebih tinggi saat Ramadan. Fenomena tersebut mendorong Easycash menyiapkan langkah strategis lebih matang.
Wildan menekankan pentingnya kesiapan perusahaan dalam mengantisipasi lonjakan permintaan pembiayaan. Dengan persiapan strategi, promosi, dan edukasi, perusahaan berharap dapat melayani masyarakat secara optimal. Pendekatan ini juga membantu mengurangi risiko gagal bayar dan meningkatkan keberlanjutan bisnis.
Upaya Edukasi dan Literasi Masyarakat
Selain strategi akuisisi, Easycash juga fokus pada edukasi dan literasi keuangan masyarakat. Literasi ini bertujuan agar pengguna memahami produk sebelum menggunakannya. Dengan begitu, masyarakat dapat memanfaatkan pembiayaan secara bijak dan risiko dapat diminimalkan.
Wildan menegaskan bahwa edukasi menjadi bagian penting dari strategi perusahaan. "Harapannya semoga bisa ditangkap oleh masyarakat," ujarnya. Dengan pendekatan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih sadar dalam menggunakan layanan fintech lending.
Langkah edukasi ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kredit dan kepercayaan lender. Pemahaman masyarakat yang baik menjadi kunci keberhasilan pembiayaan jangka panjang. Upaya literasi ini menjadi salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap pengguna layanan.
Harapan dan Proyeksi Easycash Menjelang Lebaran
Easycash memproyeksikan pembiayaan meningkat signifikan menjelang Lebaran 2026. Persiapan strategi akuisisi, promosi digital, dan edukasi diharapkan dapat menampung lonjakan permintaan. Perusahaan optimistis pertumbuhan pembiayaan akan selaras dengan peningkatan konsumsi masyarakat pada hari besar.
Wildan menambahkan bahwa proyeksi ini juga menjadi indikator kesiapan perusahaan dalam menghadapi puncak permintaan. Dengan strategi yang tepat, perusahaan berharap dapat menjaga kualitas layanan sekaligus risiko pembiayaan. Hasilnya, masyarakat dapat memperoleh pembiayaan yang tepat waktu dan aman.
Easycash juga menargetkan agar lender aktif tetap produktif menyalurkan pendanaan dengan tingkat risiko terkendali. Hal ini diharapkan memberikan manfaat maksimal bagi pengguna dan investor. Dengan kombinasi strategi, literasi, dan pengawasan, perusahaan optimistis menghadapi momentum Ramadan dan Lebaran.